Planet Singapura


Reog Ponorogo @Orchard Road

Posted in Singapore, Pictures, Attractions, Event, Dances, Indonesia by Blogger on the February 8th, 2009
Satu lagi event bagus yang diadakan oleh KBRI Singapura digelar di Civic Plaza - Orchard Road. Tanggal 1 Februari yang lalu, Group Sanupi dari Wonogiri menampilkan kesenian Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Sehingga lebih populer dengan nama panjang Reog Ponorogo. Saat ini Reog sudah menyebar ke berbagai tempat di Indonesia dan bahkan sampai Malaysia dan Singapura.


Group Sanupi sendiri berasal dari Wonogiri, sebuah kabupaten kecil di bagian tenggara Jawa Tengah. Group Sanupi ini datang ke Singapura dalam rangka keikutsertaan mereka di Chingay Parade 2009 yang diadakan tanggal 30-31 Januari lalu oleh pemerintah Singapura. Dan saya berada di Civic Plaza (halaman depan Ngee Ann City) pukul 11 siang khusus untuk menonton pertunjukan spektakuler ini.

Berikut adalah beberapa figur yang bisa kita saksikan dalam Reog Ponorogo:

* Singo Barong
Figur utama di dalam Reog adalah Singo Barong yang meggunakan topeng macan, dengan bulu-bulu burung merak yang banyak membentuk sebuah mahkota. Orang yang berperan sebagai Singo Barong haruslah kuat dan mahir bermanuver dengan topeng seberat 40-60 kg tersebut. Uniknya topeng Singo Barong itu harus digigit dan ditopang dengan dua tangan agar tidak lepas dari kepala saat bermanuver. Pada saat pertunjukan, Singo Barong biasanya akan mempersilakan seseorang untuk menungganginya.


* Jaran Kepang
Disebut juga Jathilan, figur ini dibawakan oleh 7 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tujuh gadis tersebut menunggangi figur kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Mereka membawakan tarian Jaran Kepang dengan irama lenggak-lenggok yang serentak.

* Bujangganong atau Pujangga Anom
Figur ini merepresentasikan Pujangga Anom, seorang penyair muda, yang mengenakan topeng lucu. Bujangganong memiliki wajah merah, mata lebar, dan rambut awul-awulan, dan juga hidung yang panjang. Bujangganong menampilan pergerakan dengan gesit dan sangat akrobatis.


* Prabu Klono Sewandono
Klono Sewandono adalah seorang putra raja dari Kerajaan Bantar Angin. Dia memiliki wajah yang berwibawa membawakan tarian perang dan mengenakan topeng yang berkesan bangsawan dan penuh keberanian.









* Warok atau Warokan
Warok atau Warokan biasanya berperan sebagai manager pertunjukan. Dimainkan oleh beberapa laki-laki berperawakan besar dengan kumis dan jambang yang lebat. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam dan blangkon batik khas Ponorogo. Mereka tidak mengenakan topeng, namun mereka membawa senjata semaca golok untuk menambah kesan sangar.


* Pemain Musik
Reog selalu disajikan dengan iringan musik Gamelan, yang terdiri dari beberapa gendang besar dan kecil, trompet yang terbuat dari kayu, sebuah gong besar, angklung dan satu set kenong dan kempul. Musik menjadi bagian yang sangat penting dari pertunjukan Reog Ponorogo karena dengan musik tersebut kita bisa hanyut dalam ritme suasana mistis dan gairah dari Reog.

Bagi saya, pertunjukan Reog di Orchard Road ini sangat melegakan dan membanggakan setelah begitu banyak perdebatan dan kontroversi mengenai Reog yang sempat di-claim sebagai warisan Melayu dari Batu Pahat Johor dan Selangor Malaysia. Padahal Tari Barongan, nama lain Reog yang ditarikan di Malaysia, adalah tarian yang dibawakan masyarakat Jawa yang merantau kesana. Bahkan topeng Dadak Merak-nya masih diimport dari Indonesia.

Photo album (you might need a Multiply account):
Boaz@Multiply - Reog Ponorogo @Orchard Road

Links:
KBRI Singapura
Wiki - Reog Ponorogo


Equipments:

Canon EOS 40D
Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM
Hoya UV Filter 58mm

Photos courtesy of Boaz Wibowo.
If you upload the photos to other sites, you must add the phrase "Photo Courtesy of Boaz Wibowo and iorboaz.multiply.com" somewhere near the photos.
Comments Off

Diskusi Tentang NS di Indo-Sing

Posted in Planet Singapura, Dances by Anthony Fajri on the August 5th, 2007

Berikut ini ada diskusi tentang NS di Indo-Sing. Karena males ngerangkum, jadi saya copy semua saja :)

Subject: Orang tua PR, anak boleh DP? - was Re: Fw: [Indo-Sing] suami istri PR
————————

From: Indra Pramana

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:38 AM

At 11:05 PM 6/16/2007, you wrote:
> > 1. Anak dari SPR holder(s) tidak otomatis menjadi PR.
> > 2. Anak dari SPR holder(s) bila tidak didaftarkan menjadi SPR.
> > Statusnya adalah dependent pass holder.

Menarik sekali. Jadi walaupun orang tuanya adalah PR holder, kita
bisa memilih untuk tidak mendaftarkan anak sebagai PR, dan status si
anak menjadi dependant’s pass?

Ada yang bisa konfirmasi apakah ini diperbolehkan? Ada dokumentasi di
website ICA yang menyatakan hal ini?

-ip-

——–
From: Tommy Dj

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:03 AM

kalo ga salah under MOM, bukan ICA cmiiw…
ICA cuman kasi satu option kalo ortu nya PR, jadi PR ato hengkang…
n anyway bayi ga mungkin toh ambil student pass?

[Quoted text hidden]

——–
From: Tommy Dj

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:09 AM

eh ada satu lage deng, make LTSVP… err also ga yakin cmiiw…
kayak nya duluuuuu, di indo-sing uda perna di ributin soal 2nd gen PR… cuman lupa kesimpulan nya piye…

—– Original Message —-
From: Tommy Dj
To: indo-sing@yahoogroups.com
[Quoted text hidden]
[Quoted text hidden]

——–
From: Sandy PH

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:16 AM


— Indra Pramana wrote:

> Menarik sekali. Jadi walaupun orang tuanya adalah PR
> holder, kita
> bisa memilih untuk tidak mendaftarkan anak sebagai
> PR, dan status si
> anak menjadi dependant’s pass?
>
> Ada yang bisa konfirmasi apakah ini diperbolehkan?
> Ada dokumentasi di
> website ICA yang menyatakan hal ini?
>

temen kantor gue anak cowoknya pake student pass :p

tapi kayaknya jadi gak dapet benefit2 PR — sekolah
lebih mahal, kalo student pass expire mesti keluar
dari Sing, dll gitu

——–
From: seageath

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:34 AM

Iya PR aja …. semua lebih murah, sekolah murah apa2 murah
Mendingan PR aja … ngapain pegang EP … repot
Ayuk yuk semua PR ….

[sea] +@@#U$#U(#(#$(*)()!)()!@()(!@+

On 6/18/07, Sandy PH wrote:


— Indra Pramana wrote:

> Menarik sekali. Jadi walaupun orang tuanya adalah PR
> holder, kita
> bisa memilih untuk tidak mendaftarkan anak sebagai
> PR, dan status si
> anak menjadi dependant’s pass?
>
> Ada yang bisa konfirmasi apakah ini diperbolehkan?
> Ada dokumentasi di
> website ICA yang menyatakan hal ini?
>

temen kantor gue anak cowoknya pake student pass :p

tapi kayaknya jadi gak dapet benefit2 PR — sekolah
lebih mahal, kalo student pass expire mesti keluar
dari Sing, dll gitu


——–
From: sandhy sihotang

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:41 AM

wah kemana aja om seageath,baru jam sgini nongol…
jangan diulangi ya laen kali…
huehehehehehehks..
sisandhy

seageath wrote:


Iya PR aja …. semua lebih murah, sekolah murah apa2 murah
Mendingan PR aja … ngapain pegang EP … repot
Ayuk yuk semua PR ….

[sea] +@@#U$#U(#(#$(*)()!)()!@()(!@+

On 6/18/07, Sandy PH <sandy1297@yahoo.com> wrote:

— Indra Pramana wrote:

> Menarik sekali. Jadi walaupun orang tuanya adalah PR
> holder, kita
> bisa memilih untuk tidak mendaftarkan anak sebagai
> PR, dan status si
> anak menjadi dependant’s pass?
>
> Ada yang bisa konfirmasi apakah ini diperbolehkan?
> Ada dokumentasi di
> website ICA yang menyatakan hal ini?
>

temen kantor gue anak cowoknya pake student pass :p

tapi kayaknya jadi gak dapet benefit2 PR — sekolah
lebih mahal, kalo student pass expire mesti keluar
dari Sing, dll gitu

__________________________________________________________
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_html.html


[sigit.aji]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sea.mail
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

regards,

sandhysihotang




——–
From: seageath

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:57 AM

Abis urus PR …. maklum harus kelar hari ini ….
Maklum antriannya panjang kalo Senin ….
Buat Indo-Sing yang belum PR silahkan apply PR
Mumpung lagi gampang, ga bakal di reject
PR banyak lho benefitnya ….. :)

PR = Pekerjaan Rumah ….

[sea] +sdhskdhsdhs@23u283*(*(*@)+

[Quoted text hidden]

——–
From: Syarif Fadillah

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 4:31 PM

seageath wrote:
> Abis urus PR …. maklum harus kelar hari ini ….
> Maklum antriannya panjang kalo Senin ….
> Buat Indo-Sing yang belum PR silahkan apply PR
> Mumpung lagi gampang, ga bakal di reject
> PR banyak lho benefitnya ….. :)
>
Tempo hari katanya gak harus tuh jadi PR, eh sekarang malah kepengen
jadi PR nih.. Gimana sih?

——–
From: seageath

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 5:03 PM

Jadi PR banyak untungnya …. gampang pindah2 kerja
Gampang dapet kartu kredit, gampang ngutang (kata orang bank)
Pokoknya semua gampang … ga mesti deposit2 …
Hayo2 semua jadi PR …..

[sea]

On 6/18/07, Syarif Fadillah wrote:

seageath wrote:
> Abis urus PR …. maklum harus kelar hari ini ….
> Maklum antriannya panjang kalo Senin ….
> Buat Indo-Sing yang belum PR silahkan apply PR
> Mumpung lagi gampang, ga bakal di reject
> PR banyak lho benefitnya ….. :)
>
Tempo hari katanya gak harus tuh jadi PR, eh sekarang malah kepengen
jadi PR nih.. Gimana sih?


[sigit.aji]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sea.mail
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ __._,_.___

——–
From: Indra Pramana

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 5:15 PM

Berarti ntar Max bisa nemenin Irza serve NS dong ya..

;) :D :D

-ip-

At 05:03 PM 6/18/2007, you wrote:
>Jadi PR banyak untungnya …. gampang pindah2 kerja
>Gampang dapet kartu kredit, gampang ngutang (kata orang bank)
>Pokoknya semua gampang … ga mesti deposit2 …
>Hayo2 semua jadi PR …..
>
>[sea]

——–
From: seageath

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 5:26 PM

Sebelum anak 17 th saya datang ke ICA ….
Angkat tangan sambil bilang …. “I surrender … don’t shoot pls”

[sea]

On 6/18/07, Indra Pramana wrote:

Berarti ntar Max bisa nemenin Irza serve NS dong ya..

;) :D :D

-ip-

At 05:03 PM 6/18/2007, you wrote:
>Jadi PR banyak untungnya …. gampang pindah2 kerja
>Gampang dapet kartu kredit, gampang ngutang (kata orang bank)
>Pokoknya semua gampang … ga mesti deposit2 …
>Hayo2 semua jadi PR …..
>
>[sea]


[sigit.aji]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sea.mail
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ __._,_.___

——–
From: sandhy sihotang

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 6:00 PM

akibat sering bakar menyan depan stasiun nyari wangsit nomer……

sisandhy

seageath wrote:


Sebelum anak 17 th saya datang ke ICA ….
Angkat tangan sambil bilang …. “I surrender … don’t shoot pls”

[sea]

On 6/18/07, Indra Pramana wrote:
Berarti ntar Max bisa nemenin Irza serve NS dong ya..

;) :D :D

-ip-

At 05:03 PM 6/18/2007, you wrote:
>Jadi PR banyak untungnya …. gampang pindah2 kerja
>Gampang dapet kartu kredit, gampang ngutang (kata orang bank)
>Pokoknya semua gampang … ga mesti deposit2 …
>Hayo2 semua jadi PR …..
>
>[sea]


[sigit.aji]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sea.mail
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

——–
From:  Anthony Fajri 

To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 8:51 PM

Salah satu pertimbangan-ku buat PR adalah NS
CPF ok lah.. itung2 nabung..
tapi kalo NS ya mikir2..
[Quoted text hidden]


Anthony Fajri
http://fajri.freebsd.or.id

——–
From: s_11777

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:00 PM

NS itu buat 2nd generation ko…….dan anak nanti bisa pilih mo
dijadiin PR jg ato pake student pass nantinya. Temen saya ada ko yg
gitu, cuman ya itu sama aja kaya org Indo skolain anaknya di SG
tanpa subsidi pemerintah kecuali nanti anaknya pinter trus dapet
beasiswa.
Soal direpotin atau tidak, menurut saya sih klo anaknya nanti lanjut
ke Poly ato Uni kan pas lulus dapet LPR buat kerja…….jadi ga
susah kan :D
Dan intinya sih selama SG ‘kurang org’ ktnya seh hehehe n dibutuhkan
hrsnya ga sulit :D

Saya jg PR baru dapet….tujuannya adalah supaya ga diteken ma
company n buat cari2 lbh gampang……..eh ternyata ga gampang2 amat
seh :P

— In indo-sing@yahoogroups.com, “ Anthony Fajri ”
wrote:
>
> Salah satu pertimbangan-ku buat PR adalah NS
> CPF ok lah.. itung2 nabung..
> tapi kalo NS ya mikir2..
>
>
> On 6/18/07, Indra Pramana wrote:
> >
> > Berarti ntar Max bisa nemenin Irza serve NS dong ya..
> >
> > ;) :D :D
> >
> > -ip-
> >
> > At 05:03 PM 6/18/2007, you wrote:
> > >Jadi PR banyak untungnya …. gampang pindah2 kerja
> > >Gampang dapet kartu kredit, gampang ngutang (kata orang bank)
> > >Pokoknya semua gampang … ga mesti deposit2 …
> > >Hayo2 semua jadi PR …..
> > >
> > >[sea]

——–
From: Margareth Kindangen

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:07 PM

Hallo,
sorry baru nongol lagi ni saya….^_^
Mas Indra dan mas Tommy,
Saya coba perjelas sedikit ya :
1. (jelas kan ya?)
2. Mungkin lebih jelas bila memakai contoh ya :
Si Bapak dan Ibu (yang lagi mengandung) dengan 3 anak (2 lelaki (umur 12 dan 9) dan satu perempuan - 17 tahun) mau daftar SPR (katakanlah lewat investasi de pura2nya) critanya. Mereka punya dilema, takut si anak lelakinya ikut NS bila mereka daftar SPR.
Ternyata setelah bertanya sana-sini, mereka memilih untuk aplikasi PR lewat investasi 1,5 million dalam bentuk Venture capital fund dan ternyata di dalam applikasi, ada pilihan untuk mengikut sertakan para dependent (s) (yang ada di family concensus/ kartu keluarga ya) untuk menjadi SPR atau tidak. (jadi boleh dicentang “ya” atau “tidak”
Pertanyaan yang muncul dari contoh diatas adalah:
1. Apakah anak lelaki saya boleh tidak diikut sertakan (supaya ga NS) ?
Jawabannya: Boleh. (kan ada pilihannya di setiap form aplikasi PR, mau yang lewat investasi ataupun yang non investasi).
2. Kalau anak lelaki saya ga saya ikut sertakan, nantinya pas apply PR pas umur >21 thn, bakal dipersulit ga? (kalo ga salah ada yang nanya ini ya, kemaren2…sorry baru bales =P)
Jawabannya : hehe…ga tau, maap mas…. (bener kata mas …….hanya tuhan dan pegawai ICA yang tau…wish I could provide an answer hehe…)
3. Kalau baby saya lahir, apakah jadi SPR juga? kan waktu ibunya apply, si anak uda di perut ? (eh beneran lo, ada yang nanya kayak gini….=)……)
Jawabannya : SPR tidak di grant by birth. Jadi ga otomatis dan bagi Ibu yang lagi expecting ga usah takut baby boynya nantinya disuruh ikut NS, krn selama (setelah lahir ni critanya ya) sang anak lelaki tidak didaftarin SPR, dan statusnya hanya dependent pass, ga liable untuk NS.
4. Berarti anak saya otomatis jadi dependent pass holder dong?
Jawabannya : tidak otomatis namun legally bisa jadi dependent pass holder, dengan catatan - didaftarin kelahirannya, trus dirubah data yang ada di pemerintah singapore, dan terakhir baru didaftarin jadi dependent (anak). (ada administrasinya, maksudnya. Intinya seperti kelahiran anak di Indo aja, lapor sini dan sana baru diapply dan dapet deh DPya). No admin yang dibikin, no passes.
5. Kalau anak lelaki saya (yang umur 12 dan 9 tahun) saat ini sudah terlanjur jadi SPR. Bisa gak ya, nanti pada saat perpanjangan SPR, mereka gak saya ikutkan lagi trus pas mereka sudah > 21 tahun baru apply sendiri dan bebas dari NS?
Jawabannya : once second generation PR, will always be second generation PR. Berarti teteup harus ikut NS, walaupun mereka statusnya adalah main applicant pada saat apply (umur > 21thn) .
(Untuk lelaki : Yang tidak wajib NS adalah main applicant saja. Semua dependent pria, wajib NS)
6. Oke deh. Kalau gitu saya dan istri plus anak perempuan aja deh yang daftar SPR (pundung critanya). Anak2 saya yang laki2 gimana dong?
Jawabannya : SPR holder diperbolehkan untuk mensponsori LTSVP untuk dependents yang statusnya bukan PR. Jadi untuk anak (biasanya si lelaki ya…) yang bukan SPR, bisa 2 cara :
a. pakai LTSVP (kalau si anak tidak tinggal di Singapore) atau
b. pakai Student pass (kalau si anak sekolah dan tinggal di singapore)
7. Maaf melenceng dikit, tapi denger2 ortu juga bisa kita apply-in PR ya? bukannya ini cuman citizen yang bisa?
Khusus untuk mereka yang apply lewat jalur investasi, malah diperbolehkan untuk memasukan 1 derajat keatas- alias orang tua dan mertua….TAPI dengan catatan tambahan investasi sejumlah SGD300,000 / kepala. (nah kebayang khan salah satu sumber dana buat singapore…hehe. Buat yang punya dana ga masalah, tapi bagi yang kayak saya klepek2 pas tahu/di brief mengenai hal ini).
Sumber Informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan2 untuk apply PR adalah (untuk kawan yang mungkin baru join di Singapore atau malah masih di Indonesia ):
1. untuk LPR : (tau dong kemana…^_*)
2. untuk PR berdasarkan investasi : ada 2- Economic Development Board Singapore DAN MAS alias Monetary Authority of Singapore (yang mana bisa juga ditanyakan ke banker2 di Private banking di Singapore)
3. Untuk PR berdasarkan lamanya tinggal dan bekerja di S’pore (P, EP, S dkk) : contact ICA
4. maaf melenceng dikit dari PR- kalau untuk EP (working permit/working passes), dkk : contact MOM
Semoga membantu ya.
Met malem semuanya ^_^
rgds,
mk
—– Original Message —-
From: Tommy Dj
To: indo-sing@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 18, 2007 11:09:57 AM
Subject: Re: Orang tua PR, anak boleh DP? - was Re: Fw: [Indo-Sing] suami istri PR

eh ada satu lage deng, make LTSVP… err also ga yakin cmiiw…
kayak nya duluuuuu, di indo-sing uda perna di ributin soal 2nd gen PR… cuman lupa kesimpulan nya piye…

—– Original Message —-
From: Tommy Dj
To: indo-sing@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, 18 June 2007 11:03:50
Subject: Re: Orang tua PR, anak boleh DP? - was Re: Fw: [Indo-Sing] suami istri PR

kalo ga salah under MOM, bukan ICA cmiiw…
ICA cuman kasi satu option kalo ortu nya PR, jadi PR ato hengkang…
n anyway bayi ga mungkin toh ambil student pass?

—– Original Message —-
From: Indra Pramana
To: indo-sing@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, 18 June 2007 10:38:58
Subject: Orang tua PR, anak boleh DP? - was Re: Fw: [Indo-Sing] suami istri PR

At 11:05 PM 6/16/2007, you wrote:
> > 1. Anak dari SPR holder(s) tidak otomatis menjadi PR.
> > 2. Anak dari SPR holder(s) bila tidak didaftarkan menjadi SPR.
> > Statusnya adalah dependent pass holder.

Menarik sekali. Jadi walaupun orang tuanya adalah PR holder, kita
bisa memilih untuk tidak mendaftarkan anak sebagai PR, dan status si
anak menjadi dependant’s pass?

Ada yang bisa konfirmasi apakah ini diperbolehkan? Ada dokumentasi di
website ICA yang menyatakan hal ini?

-ip-

——–
From: seageath

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:10 PM

Intinya sih kok sampe merasa kalo bukan PR susah cari kerja?
Berarti problemnya bukan di PR-nya tp diri sendiri merasa ga pede kan
Terus kalo dah PR ekspektasinya apa?

1. Gaji lebih gede? Yang jelas potongan lebih gede
2. Cari kerja gampang? Tmen saya malah bukan PR cepet2 aja cari kerja

Kalo menurut saya PR lebih bebas cari duit mas

1. Bisa ngasong / ngobyek
2. Bisa cari kerja yg cuma bisa buat PR doank
3. Ngutang lebih gampang, kartu kredit semua bisa :)
4. Bisa beli HDB yang harganya lebih murah

Yahhhh dibahas lagi … cape deh
Intinya kalo jadi karyawan doank ga pengen karir lebih berkembang ya mending jgn PR dulu

[sea]

[Quoted text hidden]

——–
From: Margareth Kindangen

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:18 PM

Sorry betulin dikit ya mas Indra dan mas Tommy, tadi saya sempet nanya lawyer yang dulu (pas lagi nelpon2an ni). tolong diperhatikan yang nomor 3 dan 4.
salam….
mk

—– Forwarded Message —-
From: Margareth Kindangen
To: indo-sing@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 18, 2007 10:07:02 PM
Subject: Re: Orang tua PR, anak boleh DP? - was Re: Fw: [Indo-Sing] suami istri PR

Hallo,
sorry baru nongol lagi ni saya….^_^
Mas Indra dan mas Tommy,
Saya coba perjelas sedikit ya :
1. (jelas kan ya?)
2. Mungkin lebih jelas bila memakai contoh ya :
Si Bapak dan Ibu (yang lagi mengandung) dengan 3 anak (2 lelaki (umur 12 dan 9) dan satu perempuan - 17 tahun) mau daftar SPR (katakanlah lewat investasi de pura2nya) critanya. Mereka punya dilema, takut si anak lelakinya ikut NS bila mereka daftar SPR.
Ternyata setelah bertanya sana-sini, mereka memilih untuk aplikasi PR lewat investasi 1,5 million dalam bentuk Venture capital fund dan ternyata di dalam applikasi, ada pilihan untuk mengikut sertakan para dependent (s) (yang ada di family concensus/ kartu keluarga ya) untuk menjadi SPR atau tidak. (jadi boleh dicentang “ya” atau “tidak”
Pertanyaan yang muncul dari contoh diatas adalah:
1. Apakah anak lelaki saya boleh tidak diikut sertakan (supaya ga NS) ?
Jawabannya: Boleh. (kan ada pilihannya di setiap form aplikasi PR, mau yang lewat investasi ataupun yang non investasi).
2. Kalau anak lelaki saya ga saya ikut sertakan, nantinya pas apply PR pas umur >21 thn, bakal dipersulit ga? (kalo ga salah ada yang nanya ini ya, kemaren2…sorry baru bales =P)
Jawabannya : hehe…ga tau, maap mas…. (bener kata mas …….hanya tuhan dan pegawai ICA yang tau…wish I could provide an answer hehe…)
3. Kalau baby saya lahir, apakah jadi SPR juga? kan waktu ibunya apply, si anak uda di perut ? (eh beneran lo, ada yang nanya kayak gini….=)……)

Jawabannya : SPR tidak di grant by birth. Jadi ga otomatis dan bagi Ibu yang lagi expecting ga usah takut baby boynya nantinya disuruh ikut NS, krn selama (setelah lahir ni critanya ya) sang anak lelaki tidak didaftarin SPR, dan statusnya hanya anak (dependent) NAMUN bukan Dependent Pass holder ya, dan ga liable untuk NS.

4. Berarti anak saya otomatis jadi dependent pass holder dong?

Jawabannya : tidak otomatis namun legally bisa jadi LTSVP atau Student Pass, dengan catatan - ada admin worknya buat aplikasi 2 pass ini
[Quoted text hidden]

——–
From:  Anthony Fajri 

To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 10:24 PM

wah.. thanks informasi-nya lengkap :)

On 6/18/07, Margareth Kindangen wrote:
Hallo,

Pertanyaan yang muncul dari contoh diatas adalah:
1. Apakah anak lelaki saya boleh tidak diikut sertakan (supaya ga NS) ?
Jawabannya: Boleh. (kan ada pilihannya di setiap form aplikasi PR, mau yang lewat investasi ataupun yang non investasi).

ini yg saya cari :) maklum belom pernah liat form-nya


3. Kalau baby saya lahir, apakah jadi SPR juga? kan waktu ibunya apply, si anak uda di perut ? (eh beneran lo, ada yang nanya kayak gini….=)……)
Jawabannya : SPR tidak di grant by birth. Jadi ga otomatis dan bagi Ibu yang lagi expecting ga usah takut baby boynya nantinya disuruh ikut NS, krn selama (setelah lahir ni critanya ya) sang anak lelaki tidak didaftarin SPR, dan statusnya hanya dependent pass, ga liable untuk NS.

dependent pass sampe umur berapa ya?


5. Kalau anak lelaki saya (yang umur 12 dan 9 tahun) saat ini sudah terlanjur jadi SPR. Bisa gak ya, nanti pada saat perpanjangan SPR, mereka gak saya ikutkan lagi trus pas mereka sudah > 21 tahun baru apply sendiri dan bebas dari NS?
Jawabannya : once second generation PR, will always be second generation PR. Berarti teteup harus ikut NS, walaupun mereka statusnya adalah main applicant pada saat apply (umur > 21thn) .
(Untuk lelaki : Yang tidak wajib NS adalah main applicant saja. Semua dependent pria, wajib NS)

:)


7. Maaf melenceng dikit, tapi denger2 ortu juga bisa kita apply-in PR ya? bukannya ini cuman citizen yang bisa?
Khusus untuk mereka yang apply lewat jalur investasi, malah diperbolehkan untuk memasukan 1 derajat keatas- alias orang tua dan mertua….TAPI dengan catatan tambahan investasi sejumlah SGD300,000 / kepala. (nah kebayang khan salah satu sumber dana buat singapore…hehe. Buat yang punya dana ga masalah, tapi bagi yang kayak saya klepek2 pas tahu/di brief mengenai hal ini).

pantes pas mudik kmaren baca tempo, banyak koruptor indonesia yang udah jadi warga negara singapore. ternyata emang ada jalur khusus-nya ya..
wah nanti pulang mecah celengan nih.. siapa tao duitnya lebih dari 300rb bisa langsung PR tanpa pusing2

[Quoted text hidden]

——–
From: Margareth Kindangen

Reply-To: indo-sing@yahoogroups.com
To: indo-sing@yahoogroups.com

Date: Mon, Jun 18, 2007 at 11:23 PM

Hi mas Anthony,

Sama2.

Namun (seperti yang sy tulis di email ke dua : ada pembetulan di bagian dependent pass ya). Dependent pass hubungannya ke working passes (ke MOM). PR ga ada hubungannya ama dependent pass (soalnnya ke ICA). (thanks to mas Indra and mas Tommy yang spot masalah ini ^_^)

oh iya tambahan lagi, untuk sponsor orang tua (yang lewat jalur investasi) SGD 300,000 adalah yang ‘termurah’ dan ini lewat EDB.

Yang bisa bikin (sebagian mungkin) warga indosing melotot, mungkin kalau tahu scheme nya MAS, dimana investasi minimum adalah 5 juta SGD , untuk diinvestasi di bank2 di singapore - dibawah MAS, dimana ortu/mertua juga boleh di sponsor dengan hitungan per kepala > 1 million SGD. (silahkan cek ke banker2 masing2 aja…)

Sorry for the inconvenience buat mistake DP holdernya. Semoga dengan adanya email yang kedua, bisa ga menyesatkan kawan2 ya.

Hartelijk bedank voor uw tijd en aandacht
welterusten…

groetjes,
mk


Comments Off

Serasa di Purwodadi

Posted in Planet Singapura, Dances by Anthony Fajri on the May 1st, 2007

Entah ada apa, tumben tadi aku denger suara adzan maghrib dan adzan isya. Sekarang ada salawat-an. Padahal di sini setahuku suara adzan tidak boleh di-suarakan di luar masjid.

Tapi, alhamdulillah bisa denger suara adzan dan salawat. Serasa di purwodadi :)

Comments Off

Harpitnas

Posted in Planet Singapura, Dances by Anthony Fajri on the April 30th, 2007

Hari ini adalah hari kejepit nasional. Besok libur dalam rangka hari buruh. Pengen mudik, apa mau dikata. Kmaren2 belom beli tiket. Lagipula BF tinggal 2 :(

Comments Off