Planet Singapura


Catatan Mahasiswa Gila

Posted in husband, book, adhitya mulya, catatan mahasiswa gila by ninit on the March 21st, 2011
Hari sabtu kemarin, tanggal 19 Maret, saya menemani suami untuk menandatangan novel terbarunya yang berjudul “Catatan Mahasiswa Gila”. Hanya 500 exp yang ditandatangan dan siap dipasarkan. Jadi, siapa yaa yang beruntung mendapatkan edisi bertanda tangan ini dari 4000 exp cetakan pertama yang akan beredar? :) Catatan Mahasiswa Gila ini adalah kumpulan blog post tahun 2002-2005 [...]
Comments Off

love

Posted in Singapore, husband, traveling by ninit on the June 10th, 2009
you always say that i do not say ‘i love you’ as often as you expected… what can i say, i’m not a romantic person. but you do know how much i love you… and this one is so cute… taken from here. but i love this one too… so funny! :-)
Comments Off

father & baby

Posted in husband, kids and parenting by ninit on the March 30th, 2009
Comments Off

kalo ngidam gimana ya?

Posted in husband by ninit on the March 16th, 2009
last night conversation with suamigila. a, kalo bebe ngidam gimana ya? as long as i can get it from 7 eleven downstairs, i will get anything for you. hehe!
Comments Off

lima tahun

Posted in husband, anniversary by ninit on the February 7th, 2009
hari ini, lima tahun usia pernikahan kami. lima tahun ‘ngupas bawang’ bareng dia. tiap anniversary, selalu inget cerita bawang… katanya, pernikahan itu seperti mengupas bawang. terkadang bikin kita perih dan nangis. terkadang bikin kita ketawa… ketawa karena pas lagi nangis, lihat bawang yang harus dikupas masih banyak :-) happy anniversary, luv!

Comments Off

Bali Trip - Day 4

Posted in Planet Singapura, husband, Jalan-jalan yuk! by Blogger on the September 13th, 2008
Hari terakhir di Bali kami lewatkan lebih santai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kami bangun cukup siang dan menikmati sarapan dengan nyaman. Sekitar jam 10am kami baru mulai jalan menuju Kertha Gosa di kabupaten Klungkung. Dewa Agung Gusti Sideman membangun pavilion ini di awal abad 18. Pavilion ini pernah digunakan sebagai pengadilan pada tahun 1945. Kertha Gisa sendiri berarti tempat dimana raja bertemu dengan menteri-menterinya untuk berdiskusi masalah peradilan. Yang menarik dari tempat ini adalah adanya lukisan tentang Bhima Swarga yang diadopsi dari Mahabharata di langit-langit Kertha Gosa.

Di dekat Kertha Gosa kita juga bisa melihat Monumen Puputan Klungkung. Tugu memiliki tinggi setinggi 28 meter berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, diresmiannya tanggal 28 April 1992 oleh Menteri Dalam Negeri RI saat itu. Tugu ini dibangun untuk memperingati puputan atau perang habis-habisan yang dilakukan oleh putra-putri kerajaan Klungkung bersama rakyatnya. Selain itu diperempatan antara Kertha Gosa dan Monumen Puputan Klungkung terdapat Patung Kandapat Sari, yang dianggap sebagai ikon kabupaten Klungkung.

Dari Klungkung kami menuju Pura Goa Lawah atau yang berarti gua kelelawar. Pura ini menjadi salah satu pura yang paling penting di Bali setelah Besakih. Ditemukan oleh Empu Kuteran pada tahun 1007, gua ini terleatk diantara perbukitan dan pantai sehingga menjadi habitat ribuan kelelawar. Guide yang membawa kami mengatakan bahwa gua ini tembus sampai Pura Goa di Besakih, dan hanya orang suci dan sakti yang bisa melaluinya.

Setelah lunch di warung makan di dekat Pura Goa Lawah, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Petitenget yang berada 2km di sebelah utara Pantai Kuta. Kata petitenget berarti peti suci. Sama seperti Pantai Kuta, Pantai Petitenget juga berpasir putih dan memberikan pemandangan yang indah. Tidak seramai Pantai Kuta, kita bisa lebih bersantai disini. Kami berada di di Pantai Petitengeh hingga menjelang petang. Karena banyak awan dan saya merasa tidak mungkin dapat sunset yang bagus, akhirnya kami langsung cabut ke Denpasar untuk berbelanja barang-barang keperluan sehari-hari untuk dibawa ke Singapura.

Karena pak Kadek harus segera pulang kampung karena keesokan harinya adalah Galungan, kami memutuskan untuk menunggu beberapa jam di bandara sebelum pesawat Lion Air yang kami tumpangi berangkat. Kami tiba di Bandara International Ngurah Rai sekitar jam 8pm, sedangkan pesawat Lion Air kami berangkat pukul 00.30 dinihari... :( Good bye Bali, see you again... :) :) :)

Photo Albums:
Bali Trip - Kertha Gosa (18 photos)
Bali Trip - Pura Goa Lawah (14 photos)
Bali Trip - Petitenget Beach (7 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
Kertha Gosa
Monumen Puputan Klungkung
Pura Goa Lawah
Petitenget Beach

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60
Comments Off

Bali Trip - Day 3

Posted in Planet Singapura, husband, Jalan-jalan yuk! by Blogger on the September 12th, 2008
Hari ketiga di Bali, kami lalui dengan mengunjungi banyak tempat. Kami bangun cukup pagi, setelah sarapan di Hotel kami langsung menuju Jl. Wariban Kesiman di Denpasar untuk nonton Barong & Kris Dance. Harga tiket masuknya adalah Rp 50 ribu per orang. Tari Barong adalah salah satu yang paling terkenal di Bali. Menceritakan tentang peperangan antara kebaikan dan kejahatan, kisah ini diambil dari kisah Ragda (ibu dari Erlangga - Raja Bali abad 9) dengan black magic-nya melawan Barong dan tentara-tentara Erlangga. Yang spektakular adalah tentara-tentara Erlangga yang menusukan keris ke tubuh mereka karena terpengaruh sihir dari Ragda.

Setelah sekitar satu jam dan Tari Barong selesai disuguhkan kami meluncur ke Pura Taman Ayun yang terletak di daerah Mengwi. Taman ini selesai dibangun tahun 1634 oleh I Gusti Agung Anom, pendiri kerajaan Mengwi. Taman Ayun sendiri berarti taman yang cantik. Berbeda dengan pura=pura lain di Bali, pura ini menghadap Gunung Batukau, bukan Gunung Agung. Taman seluas 250m x 100m ini terdiri dari tiga bagian: halaman pekarangan, halaman utama, dan halaman paling dalam.

Tempat tujuan utama kami hari itu adalah Bedugul yang terletak 48 kilometer di uatara Denpasar. Kami tiba disana setelah siang dan kabut sangat-sangat tebal saat itu yang tidak memungkinkan saya untuk mengambil foto Pura Ulun Danu yang terletak di Danau Brantan. Terletak di ketinggian 1150 meter di atas permukaan air laut, udara disana dingin. Namun karena pura tersebut tertutup kabut, kami langsung kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Karena perut sudah keroncongan, kami mampir di warung bali guling Bu Bayu Luwus, sebelum ke tempat lain. Di perjalanan pulang kami melihat banyak orang berada di pinggir jalan raya sedang membersihkan babi dan memotongnya untuk dibagi-bagi menjelang hari raya Galungan. Saya sempat berhenti dan ngobrol sejenak dengan empat orang pria yang sedang membersihkan babi yang sudah tak bernyawa. Satu ekor babi akan dibagi rata untuk empat atau lima keluarga. :D

Seteleah itu kami tiba di daerah Sangeh untuk mengunjungi Pura Alas Kedaton. Pura ini terletak di sebuah hutan kecil berukuran hanya 12 hektar, bernama Alas Kedaton. Alas Kedaton sendiri berarti Hutan Suci. Ada ratusan monyet terdapat dihutan tersebut yang memang menjadi habitatnya. Selain itu kita akan menemukan banyak kelelawar mengantung di pohon-pohon tinggi. Sangat disarankan untuk menyewa pemandu dan membeli kacang untuk memberi makan monyet. :)

Akhirnya sampai juga kami di Discovery Shopping Mall untuk beristirahat sejenak di Black Canyon Coffee. Setelah berjalan-jalan sebentar di mall itu, kami langsung menuju bagian utama Pantai Kuta. Saya melihat lebih banyak wisatawan domestik dibanding mancanegara. Mungkin karena sudah terlalu ramai, bule-bule itu pindah ke tempat lain. Saya ingin sekali memotret sunset di Kuta, tapi sayangnya sore itu terlalu banyak awan dan sedikit mendung. Sejauh ini sunset terbaik pernah saya potret masih di Uluwatu. :D

Setelah gelap, kami menuju ke Denpasar untuk makan malam bersama tante saya dan keluarganya yang memang menetap di Bali. Kami makan masakan khas Bali di Warung Satria yang kebetukan tidak jauh dari rumah tante saya. Setelah kenyang, kami langsung meluncur ke daerah Kuta untuk kembali ke hotel. Di hari ketiga ini kami cukup kelelahan karena mengunjungi cukup banyak tempat.

Photo Albums:
Bali Trip - Barong & Kris Dance (11 photos)
Bali Trip - Pura Taman Ayun (12 photos)
Bali Trip - Pura Alas Kedaton (9 photos)
Bali Trip - Bedugul & fog (10 photos)
Bali Trip - Kuta Beach & Discovery Mall (13 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
Barong Dance
Pura Taman Ayun
Pura Alas Kedaton
Bedugul
Kuta Beach
Discovery Shopping Mall

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60
Comments Off

Bali Trip - Day 2

Posted in Planet Singapura, husband, Jalan-jalan yuk! by Blogger on the September 11th, 2008
Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua di Bali kami tidak lagi menyewa mobil dari Suta Tour, tapi dari Bali Access karena kami sudah pesan jauh-jauh hari dari Singapura. Jika di hari pertama kami menggunakan mobil Suzuki APV, kali ini kami menyewa mobil Toyota Avansa beserta supir selama tiga hari. Harga sewa mobil tersebut adalah Rp 265 ribu untuk 10 jam dan jika lebih akan dikenai Rp 25 ribu untuk per jam tambahannya. Dan harga tersebut belum termasuk bensin. Jika dibandingkan dengan Suta Tour, paket yang ditawarkan Bali Access jauh lebih mahal. For next visit, I will rent a car from Suta Tour.

Di hari kedua, tempat pertama yang kami kunjungi adalah tempat pembuatan perhiasan emas dan perak sekaligus showroom-nya, yaitu UC Silver. Awalnya kami dibawa ke tempak pembuatan perhiasan dan dijelaskan satu demi satu setiap step pembuatan perhiasan disana. Kemudian kami dibawa ke showroom tempat koleksi perhiasan mereka. Lantai satu berisi perhiasan-perhiasan tang terbuat dari perak dan lantai dua untuk yang terbuat dari emas. Akhirnya kami membeli sebuah cincin perak bermotif klasik. :)

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Bali Zoo. Tiket masuknya adalah Rp 55 ribu per orang bagi WNI pemegang KTP non-Bali. Terletak di Jl Raya Singapadu - Sukawati - Gianyar, Bali Zoo memiliki koleksi sebanyak lebih dari 350 binatang. Memang tidak banyak jika dibandingkan dengan koleksi Singapore Zoo ataupun kebun binatang lain di Indonesia, tapi tempat ini menjadi salah satu tempat alternatif hiburan bagi turis domestik maupun mancanegara.


Setelah Bali Zoo, sebenernya kami ingin mengunjungi Istana Tampak Siring yang terletak di daerah daerah Tampak Siring, diantara Ubud dan Kintamani. Namun ternyata istana kepresidenan sekaligus museum tersebut ditutup untuk umum sejak Bom Bali 2 terjadi, sehingga kami hanya bisa mengunjungi Pura Tirta Empul yang terletak tepat dibawah Istana Tapak Siring. Dari Pura Tirta Empul kita bisa melihat jelas bangunan Istana Negara dan Istana Merdeka yang dihubungkan dengan sebuah jembatan.

Pura Tirta Empul termasuk pura yang sangat penting di Bali. Pura yang dibangun tahun 960 A.D dibangun oleh Raja Chandra Bhayasingha Dinasti Warmadewa. Kata "Tirta Empul" sendiri berarti mata air sebening kristal, sehingga air yang berasal dari Tirta Empul dianggap sebagai air suci yang biasa digunakan do upacara-upacara keagamaan. Orang Bali bilang kalai air dari Tirta Empul lebih jernih dibanding dengan Aqua (kok Aqua ya... kenapa bukan Ades...?). Tapi memang air yang di kolam utama maupun kolam-kolam lain memang sangat-sangat jernih. Disana, saya melihat banyak orang sedang melakukan upacara "peleburan" atau penyucian diri menjelang Galungan.

Dari Tirta Empul, kami melanjutkan perjalanan ke Bebek Bengil, tempat yang direkomendasikan Hardi untuk makan siang. Tentu saja menu utamanya adalah Bebek Bengil atau Dirty Duck atau bebek jorok. Namanya saja yang Bebeak Bengil, tapi rasanya sangat enak dan krispi. Tempat dan suasananya yang berada di pinggir sawah memang sangat menyenangkan untuk menikmati makanan istimewa. This restaurant is recommended to visit.

Setelah kenyang dengan bebek jorok, kami langsung kembali menuju Kuta untuk beristirahat saja di hotel... :D

Photo Albums:
Bali Trip - Bali Zoo (33 photos)
Bali Trip - Pura Tirta Empul (15 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
UC Silver
Bali Zoo
Istana Tampak Siring
Pura Tirta Empul
Bebek Bengil

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60
Comments Off

Bali Trip - Day 1

Posted in Planet Singapura, husband, Jalan-jalan yuk! by Blogger on the September 10th, 2008
Akhirnya kesampaian lagi mengunjungi Bali, one of the most beautiful places in the world. Saya dan jontor berada di Bali tanggal 16-19 Agustus 2008 dalam rangka Honey Moon part 3, setelah Vietnam dan Thailand. Sebenarnya, alasan utama yang mendorong kami ke Bali adalah promosi tiket penerbangan Singapura-Denpasar dari Lion Air yang sangat murah. Kami cukup membayar 2,8 juta rupiah untuk dua orang PP. Itung-itung jadinya hanya Rp 700 ribu untuk sekali jalan... :D

Sama dengan pesawat yang ke Saigon, Lion Air juga menggunakan Boeing 737-900ER untuk ke Bali. Dari Toa Payoh kami berangkat jam 4.30am menuju Changi International Airport karena kami mengambil penerbangan jam 6.20am. Kami berada di pesawat selama lebih dari 2,5 jam sebelum tiba di Bandara International Ngurah Rai di Denpasar sekitar jam 9am. Tidak ada perbedaan waktu antara Singapura dan Denpasar. ^_^

Dari bandara kami langsung ambil taksi menuju White Rose Hotel, tempat kami berteduh selama 3 malam. Karena saat ini peak season, jadi harga kamar hotel-hotel di Bali memang cukup mahal. Kami mendapat kamar seharga Rp 495 ribu per malam including breakfast. White Rose Hotel terletak sangat dekat dengan cafe tempat Bom Bali 2 meledak, yang saat ini sudah disulap menjadi monumen peringatan. Kita bisa melihat nama-nama korban Bom Bali 2 terukir rapi di menumen tersebut.

Di hari pertama di Bali kami menyewa mobil sekaligus supir dari Suta Tour seharga Rp 265 ribu (10 jam) atau 305 ribu (12 jam). Harga tersebut sudah termasuk bensin. Mengikuti itinerary yang dibuat oleh Hardi, kami manuju ke Warung Nikmat dulu untuk makan siang. Kami lupa memesan Sop Buntut padahal itu yang direkomendasikan Hardi. Tapi tak apalah yang penting kenyang.

Setelah itu Pak Kadek, supir dari Suta Tour, membawa kami ke Pura Tanah Lot yang terkenal dengan keberadaan pura diatas batu karang yang terpisah dari daratan saat laut sedang pasang. Pura ini dikerjaan di abad 15 oleh pendeta Niratha. Dalam bahasa Bali, Tanah Lot sendiri berarti "tanah di tengah lautan". Terletak 20 km dari kota Denpasar, Tanah Lot sering digunakan untuk upacara-upacara besar seperti Galungan dan Kuningan. This place is highly recommended to see.

Setelah puas moto-moto, kami kembali ke parkiran dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Bali, pusat oleh-oleh khas Bali. Pak Kadek merekomendasikan tempat ini untuk beli oleh-oleh karena tempatnya nyaman dan harganya juga sudah harga pas. Jadi kami tidak perlu buang-buang energi untuk tawar-menawar harga.

Setelah belanja beberapa kaos dan oleh-oleh, kami langsung meluncur ke Garuda Wisnu Kencana yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Tempat ini masih dalam proses pengerjaan, walau demikian kita sudah bisa melihat patung dewa Wisnu tanpa lengan, dan bagian kepala patung Garuda. Rencananya patung lengkapnya akan setinggi 146 meter dan menjadi ikon Pulau Bali.


Dari GWK kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu yang terletak di kabupaten Badung. Selain terkenal sebagai surfin spot, disana terdapat pura bernama Pura Luhur yang berada di atas tebing setinggi 100 meter. Pura yang dibangun di abad 11 ini menghadap Samudera Hindia yang memberikan panorama sunset yang luar biasa bagus. Selain itu, Uluwatu juga merupakan salah satu habitat monyet banyak terdapat di Bali. This place is highly recommended to see. It is my favorite place in Bali.

Kami sengaja berada di Uluwatu cukup lama untuk menyaksikan Tari Kecak. Tari Kecak adalah sebuah drama musikal khas Bali yang diperkenalkan tahun 1930. Tarian ini diperagakan oleh minimal 70 orang dengan formasi utama lingkaran. Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara Rawana dengan Rama yang dibantu Hanoman. Saat ini suasana petang sangat mendukung tarian ini. Langit yang berwarna ungu dan jingga memberikan suasana dimana kerjaan-kerajaan kuno masih berjaya di Indonesia. ... jadi inget film Brama Kumbara... :D

Hari pertama di Bali sangat-sangat memuaskan. Senang sekali bisa melihat tempat-tempat indah dan kaya akan budaya.

Photo Albums:
Bali Trip - Tanah Lot (17 photos)
Bali Trip - Garuda Wisnu Kencana (15 photos)
Bali Trip - Uluwatu (13 photos)
Bali Trip - Kecak Dance @Uluwatu (18 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008


Links:
Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana
Pura Luhur Uluwatu
Kecak Dance

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60
Comments Off

Bali Trip (Bagian 4 - Terakhir): Jimbaran, Pulau Nusa Dua dan Kembali ke Singapura

Posted in Planet Singapura, Jalan-jalan, Serba-Serbi, husband by IndraPr on the April 28th, 2007

(Lanjutan dari Bagian 3)

Ini akan menjadi bagian terakhir dari rangkaian artikel mengenai perjalanan saya dan keluarga ke Bali, akhir Februari/awal Maret lalu. Sekedar referensi, berikut adalah artikel-artikel sebelumnya:

  1. Bagian 1: Perjalanan ke Bali
  2. Bagian 2: Jalan-jalan ke Bedugul
  3. Bagian 3: Jalan-jalan ke Ubud dan Kuta

Mohon maaf atas keterlambatan saya dalam mem-posting artikel terakhir ini. Maklum lah orang sibuk… *caela*. Ini juga adalah untuk pertama kalinya saya mencoba posting artikel ke blog yang berbasis Blogger dengan menggunakan w.bloggar, setelah saya sukses memposting artikel dengan w.bloggar ke blog saya yang berbasis Wordpress. Doakan, semoga berhasil. :)

Seafood Dinner di Jimbaran

Hari Jum’at malam, 2 Maret 2007, setelah hari terakhir konferensi APRICOT 2007, saya mengajak keluarga dan orang tua saya ke Jimbaran, untuk menikmati seafood sebagai makan malam disana. Dari hotel di Nusa Dua, kita naik taksi ke Jimbaran, tepatnya di ujung Jalan Pemelisan Agung. Saya memilih lokasi ini setelah membaca buku Lonely Planet mengenai Bali dan Lombok, yang saya pinjam dari perpustakaan di Singapura dan selalu saya bawa selama perjalanan kita ke Bali. Di pinggir pantai di ujung jalan ini, terdapat deretan beberapa restoran seafood, dan kita memilih restoran seafood Ramayana yang berlokasi di tengah-tengah deretan restoran tersebut.

Sebenarnya, kita bisa memilih duduk di dalam restoran, atau di luar restoran tersebut, diatas pasir di pinggir pantai. Sayangnya, pada saat itu, cuaca tidak terlalu bagus, angin kencang sekali sehingga kalau kita makan di luar (di pinggir pantai), dijamin semuanya akan masuk angin. :) Sehingga akhirnya kita memilih duduk di dalam restoran, walaupun saya, Irza dan Aki sempet juga foto-foto di luar di tepi pantai, walaupun gelap-nya minta ampun. Seafood-nya kita pilih sendiri pada waktu masih dalam keadaan hidup, jadi setelah kita pilih, baru nanti dimasak dan dihidangkan. Kita memilih ikan untuk dibakar dan digoreng (duh saya lupa jenis ikannya apa), chilli crab dan udang goreng mentega. Makanannya ternyata enak-enak, dan ternyata biaya yang harus kita keluarkan tidak mahal. Dengan pesanan yang cukup banyak untuk kita berenam (empat dewasa dan dua anak), berikut minuman dan dessert seperti es kelapa muda, total jendral cuma sekitar tiga ratus ribu rupiah.

Foto-foto selama di Jimbaran bisa dilihat disini.

Jalan-jalan ke Pulau Nusa Dua

Keesokan hari-nya, Sabtu 3 Maret 2007, adalah hari terakhir kita di Bali. Pagi-pagi setelah sarapan, kita menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Pulau Nusa Dua, sebuah pulau (tepatnya peninsula) yang terletak di tengah-tengah kawasan Nusa Dua. Ada dua peninsula yang saling berdampingan (makanya nama daerahnya disebut Nusa Dua), terletak di antara Melia Bali Hotel (tempat kita menginap) dan Grand Hyatt Hotel, sejajar dengan pusat perbelanjaan Bali Collection. Kita memutuskan untuk pergi ke peninsula yang di sebelah selatan (yang lebih dekat ke arah Grand Hyatt).

Memasuki pulau tersebut, kita akan melewati sebuah gerbang berupa candi kecil yang dinamakan Candi Bentar. Menyusuri jalan setapak melewati padang rumput yang cukup luas, di bagian tengah pulau tersebut ada sebuah monumen bertuliskan nama-nama negara yang ikut berpartisipasi dalam proses penanaman pohon-pohon di pulau itu. Kita meneruskan perjalanan ke arah ujung timur pulau itu, untuk melihat waterblow.

Waterblow ini adalah semburan air keatas yang diakibatkan oleh ombak yang datang menerjang kumpulan batu-batu karang yang berlubang, dan tekanan ombak tersebut mengakibatkan air laut disemburkan keatas. Waterblow tersebut terjadi setiap sekitar 30-40 detik sekali, tergantung kekuatan ombak yang datang. Makin kuat ombaknya, makin tinggi semburannya. Inka dan Irza suka sekali melihat fenomena alam ini.

Foto-foto selama di Pulau Nusa Dua bisa dilihat disini.

Pulang ke Singapura

Siangnya, kita bersiap-siap untuk pulang ke Singapura, sementara Aki dan Ene juga pulang ke Jakarta. Untungnya, jam keberangkatan pesawat kita hampir bersamaan sehingga kita bisa berangkat ke bandara Ngurah Rai barengan, walaupun di bandara-nya tetep harus pisah karena berbeda terminal. Kita menyewa taksi van seharga Rp 120.000, cukup untuk mengangkut semua orang termasuk barang, lumayan dibandingkan nyewa dua taksi sedan. Sambil menunggu taksi-nya datang, kita beristirahat di lobby hotel sambil menikmati orange juice dan fruit punch gratis yang disediakan oleh hotel.

Perjalanan ke bandara hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam. Aki dan Ene turun duluan di terminal keberangkatan domestik, sedangkan kita semua turun di terminal keberangkatan internasional. Setelah check-in dan ngurus bebas fiskal yang ternyata berjalan lancar, kita pun melewati imigrasi dan masuk ke ruangan transit bandara Ngurah Rai yang cukup megah dan lengkap. Ada banyak toko duty free termasuk toko Prada dan toko buku Periplus, serta banyak tempat penjualan makanan dan minuman seperti McDonalds dan Baskin Robbins.

Sayangnya, pesawat Garuda yang akan membawa kita ke Singapura mengalami “masalah teknis”, dan mengakibatkan delay hampir dua jam. Terpaksa lah saya berusaha untuk keep the children occupied, diantaranya dengan bermain kartu, biar ngga bete di gate nungguin pesawat berangkat. Kelihatannya “masalah teknis” tersebut cukup serius, mengingat Garuda terpaksa harus menyiapkan pesawat baru yang berangkat dari gate yang berbeda. Yah, ngga apa-apalah kena delay daripada terbang ama pesawat yang mengalami “masalah teknis”, kan ngeri juga.

Foto-foto selama di bandara Ngurah Rai, Bali, bisa dilihat disini.

(Tamat)

Comments Off
Older Posts »